BI Proyeksi Ekonomi Sultra Masih Tetap Tumbuh

oleh

Foto : Daniel Agus Prasetyo

Beritaklick.com | KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memproyeksikan bahwa ekonomi Sultra pada triwulan II masih akan tumbuh di angka 6 hingga 7 persen.

Hubungan Masyarakat (Humas) BI Sultra, Daniel Agus Prasetyo mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sultra dapat dilihat dibeberapa faktor. Misalnya adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada hari besar keagamaan Idul Fitri ditambah lagi pesta demokrasi April lalu.

“Idul Fitri tentu memberikan dampak yang cukup signifikan dan pesta demokrasi kemarin sejumlah sektor bergerak mulai dari percetakan, rumah makan dan beberapa sektor pendukung lainnya,” ungkap Daniel saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6).

Sementara itu, kata dia, adanya peningkatan disektor perdagangan, konsumsi masyarakat, tingkat penjualan hotel dan restoran serta peningkatan industri nikel olahan yang mulai beroperasi di Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI), Konawe.

“Kemudian di sektor pertanian bisa memberikan kontribusi lebih pada pertumbuhan ekonomi karena bulan April dan Mei menjadi musim panen raya,” ujarnya.

Pihaknya sangat optimis, karena diawal Triwulan II 2019 telah diadakan forum percepatan eskpor di Sultra bersama Dinas Perdagangan dan Bea Cukai untuk mendorong ekspor perikanan dan pertanian.

Dijelaskan, untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sisi penawaran pertanian termasuk perikanan memiliki pangsa pasar 23 persen pada pertumbuhan ekonomi, kemudian pertambangan 20 persen serta disusul konstruksi dan investasi sekitar 15 persen.

“Namun karena Juni terjadi banjir bandang dan ada puluhan ribu hektar sawah terendam air diperkirakan akan memberikan dampak pembiasan ke bawah sekitar 0,2 persen,” ucapnya.

Dia menambahkan, PDRB dari sisi permintaan masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga, nirlaba pemerintah, investasi, kemudian kegiatan ekspor impor dan perdagangan antar daerah.

“Konsumsi rumah tangga dan pemerintah cukup besar karena kemarin kita ada kegiatan Halo Sultra, Kendari Expo dan Konsel Expo. Nah, dari angka semua permintaan dan penawaran itulah dilakukan pendekatan. Semua permintaan dan penawaran dijumlah dan ditemukan angka, angka itulah yang menjadi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (p9/rs/idu)