OJK Tingkatkan Sosialisasi di Sektor Jasa Keuangan

oleh

Foto : Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhoni M.H. Hutasoit (berdiri) saat memberikan edukasi

Beritaklick.com | KENDARI – Guna memberi penguatan kepada para Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Konawe Selatan dalam mengimlentasikan manajemen berbasis sekolah di Era Revolusi Industri 4.0 menuju masyarakat 5.0. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra telah mengadakan seminar pengenalan OJK dan Sektor Jasa Keuangan lainnya di Hotel Athaya Kendari, (13/4) kemarin.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 190 Kepala Sekolah di Konsel itu, diisi oleh pemateri langsung dari OJK yakni Maulana Yusup selaku Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra dan Ridhoni M H Hutasoit selaku Kepala Sub bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra.

Maulana Yusup menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dilakukan pihaknya dalam rangka untuk meningkatkan dan menguatkan kompetensi kepala sekolah.

“Kami tak hentinya memberikan pemahaman kepada masyarakat utamanya kepada para guru dan kepala sekolah. Karena mereka merupakan sosok yang berhadapan langsung dengan siswa dimana diantara mereka masih ada yang belum kenal atau paham OJK dan sektor jasa keuangan. Apalagi saat acara Ikatan Guru Indonesia (IGI) beberapa waktu yang lalu, OJK Sultra memberikan materi dengan nuansa berbeda, menarik dan dinamis,” ujarnya melalui keterangan resminya, Senin (15/4).

Dia mengatakan, dengan lahirnya OJK melalui UU Nomor 21 Tahun 2011, pengawasan, pengaturan dan perlindungan konsumen yang melekat di dalam sektor jasa keuangan menjadi terintegrasi. Pengawasan perbankan dari Bank Indonesia dan pengawasan pasar modal serta industri keuangan non bank oleh Bapepam-LK (Kemenkeu) telah beralih ke OJK.

“Hal ini perlu diketahui para kepala sekolah. Selain untuk menambah wawasan mereka, juga bisa disalurkan pengetahuannya kepada siswanya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ridhony M H Hutaoit selaku pemateri berikutnya juga menjelaskan terkait perkembangan revolusi dunia digital mendorong industri keuangan berubah juga. Katanya, salah satunya melalui perkembangan digital keuangan.

Perkembangan digital keuangan perlu diantisipasi oleh para pendidik Indonesia karena akan banyak profesi yang akan hilang, kalau di dunia perbankan seperti teller, akuntan, auditor, analis kredit, atau di luar intu penasihat finansial, supir taksi, pengacara, hingga guru SD jikalau merujuk referensi dari willrobotstakemyjob.com.

“Artinya kepala sekolah harus visioner, menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman, penguatan kompetensi critical thinking atau problem solving, creativity, communication, hingga collaboration wajib ada dalam konten pengajaran sehingga anak-anak ajar kita mampu bertahan dalam perubahan zaman yang cepat,” tutupnya. (p9/b/hdi/rs)