401 Napi Lapas Kendari Terima Remisi, Satu Napi Bebas

oleh

Foto : Gubernur Sultra, Ali Mazi SH saat menyerahkan SK Remisi kepada tujuh orang napi perwakilan usai pelaksanaan upacara 17 Agustus di Lapas Kelas IIA Kendari.

Beritaklick.com | KENDARI – Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 74. Sebanyak 401 orang narapidana dari 587 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari menerima remisi atau pengurangan masa tahan. Tidak hanya itu satu napi diantaranya langsung bebas.

Pemberian SK Remisi kepada tujuh orang perwakilan napi diberikan secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Ali Mazi SH usai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI di Lapas Kelas IIA Kendari.

Pemberian remisi kepada 401 napi dikatakan langsung Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Abdul Samad Dama usai dimintai keterangan sejumlah awak media usai pelaksanaan upacara, Sabtu (17/8).

Remisi merupakam pengurangan masa hukuman yang didasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Menurut Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 174 Tahun 1999, remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana terkecuali yang dipidana mati atau seumur hidup.

“Napi penghuni Lapas Kelas IIA Kendari ada sebanyak 587, namun yang mendapatkan remisi sebanyak 401 orang, satu diantaranya dinyatakan bebas,” ungkapnya.

Kata Abdul Samad, napi yang mendapatkan remisi merupakan napi memiliki kelakuan baik selama berada dalam pembinaan.

“Tentunya, melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan Lapas Kendari selalu patuh dan taat kepada hukum atau norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan YME maupun sesama manusia dan bagi napi yang sudah dinyatakan bebas ini agar tidak mengulangi lagi tindak pidana yang pernah ia lakukan,” harap Abdul Samad.

Ia menambahkan, pemberian remisi bagi 401 napi bervariasi. Jadi, lanjut Abdul Samad, ada napi yang mendapat pengurangan masa hukuman selama dua bulan, tiga bulan hingga enam bulan.

“Remisi bervariasi mulai dari sebulan hingga enam bulan, ” cetusnya.

Menurutnya, pemberian remisi dimaknai sebagai apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri.

“Termasuk mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri, serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional,” pungkas Kalapas.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Rita Ribawati juga mengatakan, dari 81 warga binaannya, ada sebanyak 39 napi yang mendapatkan remisi. Dimana PP 99 nya ada lima orang.

“Jadi, ada lima orang yang PP 99 (kasus narkotika) dapat remisi di bawah hukuman lima tahun,” ujar Rita.

Sama seperti Lapas Kelas IIA Kendari, Lapas Perempuan Kelas III Kendari memberikan remisi bervariasi satu hingga enam bulan ke narapidana.

“Jadi ada yang dapat satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga ada yang daoat enam bulan remisi,” tutup Rita kepada awak media. (r6/rs)