Dosen Manajemen FEB UHO, Kembangkan Hasil Pengelolahan Tambak Ikan Bandeng di Poasia

oleh

Beritaklick.com | KENDARI – Ikan bandeng sebagai salah satu ikan budidaya air tawar yang menjadi primadona di Kota Kendari. Bandeng dipercaya bisa meningkatkan kesehatan ibu hamil dan kecerdasan otak anak, karena mengandung omega 3 yang jumlahnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan ikan salmon yang harganya selangit.

Hal inilah yang mendorong beberapa akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO, untuk turun melakukan pengabdian ditengah masyarakat, tepatnya di Kecamatan Poasia Kendari.

Menurut Dr Sinarwaty SE MSi yang juga ketua tim pengabdian masyarakat, berdasarkan Balai Pengembangandan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (1996), kandungan Omega 3 pada ikan bandeng sebesar 14,2%, ikan Sardines/Mackerel 3,9%, Ikan Salmon 2,6%, danikan Tuna 0,2%.

“Ikan bandeng memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 20,38% sehingga baik sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein tubuh,”ungkap Sinarwaty, Rabu (27/11).

Ketika masa panen tiba tuturnya, petani tambak yang ada di Poasia, membawa semua hasil panen tambak kepasar pelelangan ikan untuk didistribusikan kepasar-pasar tradisional. Kendala yang sering dihadapi oleh petani tambak, lanjut Sinarwaty, adalah tidak semua ikan yang didistribusikan kepasar-pasar tradisional itu habis terjual dalam waktu yang singkat, mengingat ikan hasil tambak dapat rusak/busuk dalam waktu tertentu.

Ditempat yang sama, salah satu anggota tim pengabdian masyarakat dosen FEB UHO, Dr Nofal Nur SE MSi menambahkan, kendala selanjutnya yang sering dihadapi oleh petani tambak ikan bandeng yakni anjloknya harga ikan bandeng di pasaran diakibatkan karena melimpahnya hasil panen ikan bandeng (over production).

Dengan kendala yang sering dihadapi oleh para petani tambak ikan, sambung Nofal, dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi para petani tambak ikan bandeng.

Salah satu upaya yang sering dilakukan selama ini oleh para petani tambak ikan bandeng, untuk mengantisipasi sejumlah ikan bandeng yang tidak habis terjual dan akan rusak atu busuk adalah dengan melakukan pengeringan ikan di bawah terik matahari.

Upaya ini, ujar Nofal, masih menghadapi kendala ketika memasuki musim penghujan tiba, sehingga upaya akhir yang ditempuh oleh para petani tambak adalah melakukan penjualan ikan bandeng dengan harga murah untuk meminimalisir kerugian yang dihadapi. (adm)