Karantina Pertanian Kendari : Sultra Siap Bebas Brucellosis

oleh

Beritaklick.com | Kendari – Karantina Pertanian Kendari mendeteksi adanya penyakit Brucellosis yang menyerang peternakan sapi di Sulawesi Tenggara. Hal ini terungkap melalui pemantauan penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Brucellosis merupakan penyakit yang menyebabkan keguguran pada sapi. Penyakit ini merupakan ancaman serius jumlah populasi sapi, termasuk di Sulawesi Tenggara.

Sultra sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi sapi Bali yang cukup besar. Selain untuk memenuhi kebutuhan daging lokal, sapi asal Sultra juga sering dilalulintaskan ke Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

“Kita targetkan di tahun 2025 Sultra bebas dari brucellosis,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra saat membuka acara seminar lokal hasil pemantauan HPHK, Selasa (27/8).

Seminar yang diselenggarakan oleh Karantina Pertanian Kendari ini dihadiri oleh dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten/Kota se-Sultra, akademisi dari Universitas Halu Oleo dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sultra.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kendari, L.M Mastari dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selain brucellosis, ada beberapa HPHK yang masih ditemukan.

“Temuan ini akan dibawa ke seminar nasional untuk verifikasi lebih lanjut,” terangnya.

Mastari juga menyoroti posisi Sultra yang terbuka, sehingga rentan terhadap masuk, keluar dan menyebarnya HPHK. Banyaknya pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan oleh Pemerintah juga tetap harus diawasi. Mastari mengharakan adanya kerjasama dari seluruh stakeholder peternakan untuk mitigasi penyebaran HPHK. (**/adm)