Kongres Internasional III Bahasa-bahasa Daerah Sultra Siap Dihelat

oleh

Foto : Sandra Safitri Hanan

Beritaklick.com | KENDARI – Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengadakan Kongres Internasional III Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Tenggara pada 2 hingga 4 September 2019 di Hotel Claro Kendari.

Bahkan, hajatan besar ini direncanakan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, H Muhadjir Effendy. Selain itu, juga bakal dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan RI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, serta seluruh pimpinan lembaga vertikal Kemendikbud di Sulawesi Tenggara.

Melalui siaran persnya, Senin (26/8) Kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra), Sandra Safitri Hanan mengatakan, kongres bahasa ini didasari pemikiran bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keberagaman bahasa, budaya, dan sastra. Keberagaman tersebut hidup dalam berbagai etnis yang tersebar di berbagai pelosok tanah air.

“Bahasa, sastra dan budaya, selain ia hidup, sekaligus menghidupi dan memengaruhi perilaku keseharian masyarakatnya. Ia berperan sebagai sumber tata nilai sekaligus sebagai tata laku masyarakat penopangnya,” terang Sandra.

Ia menuturkan, kongres bahasa daerah bertujuan untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai persoalan yang menyangkut bahasa dan sastra daerah Sultra. Selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat untuk melestarikan, mengembangkan, membina dan memberdayakan bahasa dan sastra daerah Sultra pada era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0.

Selain itu, kata Sandra, terdapat nilai strategis pelaksanaan kongres tersebut, diantaranya menjadikan bahasa dan sastra daerah Sultra sebagai pusat pembicaraan dan perhatian antarsesama pakar, baik dari tanah air maupun dari mancanegara. Kedua, menguatkan posisi Kemendikbud RI sebagai kementerian yang peduli terhadap persoalan bahasa, sastra, dan budaya di tanah air.

Kemudian, melahirkan kebijakan bahasa di Kemendikbud, Pemerintah Daerah Sultra, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prov. Sultra dan Pemerintah Kota Kendari. Masih ada tiga point nilai strategis lainnya.

“Kongres Internasional III bahasa-bahasa daerah Sultra mengangkat tema “peran bahasa dan sastra daerah sebagai negosiasi budaya dalam menciptakan perdamaian bangsa”. Tema ini dijabarkan ke dalam empat subtema. Oleh karena itu, kegiatan kongres ini akan dibagi dalam empat sidang komisi,” cetusnya lagi.

Keempat subtema yang dimaksud yakni bahasa, sastra, pengajaran dan filologi. Sementara itu, pembicara utama (keynote speaker) dalam kongres ini seperti, Prof Dr Muhajir Effendy MAP (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Prof Dr Dadang Sunendar MHum (Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan), H Ali Mazi SH (Gubernur Sulawesi Tenggara).

Selanjutnya ada, Prof Dr Masao Yamaguchi (Setsunan University, Japan), Prof Dr Susanto Zuhdi (Guru Besar Universitas Indonesia), Prof Dr Suwardi Endraswara MHum (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta). Kemudian Prof Dr James T Collins (Universiti Kebangsaan Malaysia), Prof Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra (Guru Besar Universitas Gadjah Mada), Dr Munawar Holil SS MHum (Universitas Indonesia) dan Brendon Marshall MApp Ling (La Trobe University, Australia.

“Keberhasilan kongres ini akan menentukan keberhasilan untuk menjadikan bahasa dan sastra daerah, khususnya di Sultra, sebagai negosiasi budaya dalam menciptakan perdamaian bangsa,” pungkas Sandra. (rs)