Mubar Juara Pengelolaan Alokon BKKBN

oleh

Foto : Bupati Mubar LM Rajiun Tumada didampingi Achmad Lamani menyerahkan piagam penghargaan pada Kadis PPKBP3A Sunardi atas keberhasilan meraih Juara I Pengelolaan administrasi bidang BKKBN tingkat provinsi. foto: muh ery

Beritaklick.com | LAWORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) sudah patut menjadi teladan bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara (Sultra). Baru-baru ini lagi, daerah dibawah komando LM Rajiun Tumada dan Achmad Lamani itu menyabet juara 1 tingkat provinsi pada lomba yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Mubar didaulat menjadi terbaik dalam pengelolaan gudang alat dan obat kontrasepsi (Alokon) pada tahun 2018. Sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat, Mubar mendapat piagam penghargaan.

Bupati Mubar LM Rajiun Tumada didampingi wakilnya Achmad Lamani menyerahkan piagam secara langsung pada kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A), Sunardi dipelataran kantor bupati, Senin (15/4) saat apel gabungan.

Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada dalam sambutannya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dihadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN), dia menaruh harapan besar agar bisa menjadi panutan untuk diterapkan dilingkup satuan kerja.

“Terima kasih kepada Dinas PPKBP3A yang sudah ikut berpartisiasi dalam sistim pemerintahan, sehingga terciptanya pengelolaan administrasi yang baik. Pertahankan ini dan semoga ini dapat menjadi contoh pada dinas-dinas lainnya,” terang Rajiun yang diikuti tepuk tangan ASN.

Mantan Kasat Pol PP Pemprov Sultra ini tak begitu banyak memberikan argumentasinya. Pastinya, ia mengaku, penghargaan ini adalah sebuah prestasi terbesar. Sebab, dari 17 kabupten/kota, Mubar adalah rangking pertama. Artinya, tugas-tugas administrasi terlaksana dengan baik sesuai dengan program pemerintah. “Pertahankan ini,” tegas suami ketua KONI Mubar menyeruhkan.

Sementara itu, Kadis PPKBP3A, Sunardi menerangkan, banyak poin yang menjadi indikator penilaian. Mulai dari administrasi pengambilan, maupun administrasi pertanggungjawaban obat dan alat kontrasepsi, begitu baik. “Alhamdulillah, 2018, kita terbaik pengelolaan administrasi bidang BKKBN tingkat provinsi. Kita setiap bulan penyaluran kontrasepsi. Memang, daerah lain juga melakukan demikian. Tapi, sisi administrasinya tidak lengkap,” kata Sunardi.

Untuk itu, Sunardi berharap agar apa yang telah diraih, tetap dipertahankan untuk pengelolaan administrasi. Strateginya, penyaluran alat kontrasepsi terarah dan bisa berdaya guna.

Sekadar diketahui, poin poin yang dinilai dalam lomba ini yakni gudang alat kontrasepsi, penyimpanan dan pelaporan alat kontrasepsi, dan keakuratan data dan stok opnamenya.

“Harapan kedepan BKKBN Mubar bisa mempertahankan dan semoga bisa mencapai masyarakat yang sejahtera dan mandiri melalui penyaluran dan pelayan peserta KB baik swasta maupun mandiri di lapangan,” tutupnya. (p24/rs)