PT Ade Sula dan Prima Transportasi dilatih Susun Laporan Keuangan Sesuai SAK-EMKM.

oleh

Foto bersama dosen pendamping dalam kegiatan Program PKM FEB UHO.

KENDARI – Laporan keuangan sangat penting bagi pelaku UMKM, apalagi jika digunakan sebagai dasar mengambil keputusan bisnis.

Pelaku UMKM harus memiliki informasi akurat terkait pendapatan, beban usaha, laba dan kerugian usaha pada setiap periode. Demikian juga jumlah pertambahan dan alokasi ekuitas dan posisi keuangan atau aset dan kewajiban, juga harus tersedia. Kesemuanya sebaiknya mengacu pada standar laporan keuangan yang sesuai.

Dengan begitu laporan keuangan dapat dipakai sebagai informasi untuk membuat perencanaan dan pengawasan usaha. Demikian hal tersebut menjadi pengantar dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan program PKM Jurusan Akuntasi FEB UHO kepada manajemen PT Ade Sula Persada dan PT Prima Transportasi, yang berlangsung di Kendari baru-baru ini.

Dua perusahaan tersebut menjadi mitra pengabdian dalam program tersebut. Dari pelaksanaan program tersebut, pihak PKM Jurusan Akuntansi FEB UHO mendapatkan masalah klasik yang dihadapi dua perusahaan terkait informasi kemajuan usaha, yakni karyawan belum mampu menyusun laporan keuangan yang tepat waktu.

“Inilah yang memotivasi kami untuk melakukan pelatihan dan pendampingan penerapan sistem pelaporan keuangan berdasarkan SAK EMKM di dua perusahaan selaku mitra PKM” ujar Dr H Ishak Awaluddin, SE,M.Si,Ak,CA,ACPA selaku salah satu pemateri dari kegiatan tersebut.

Menurutnya, kurangnya pengetahuan, pengalaman dan keterampilan sumber daya manusia pada dua perusahaan tersebut, sehingga perusahan tak mampu menerapkan sistem informasi dan menyusun laporan keuangan sesuai SAK-EMKM.Apalagi saat ini, tuturnya di Indonesia sudah memiliki empat Standar Akuntansi Keuangan (SAK), salah satunya SAK-EMKM diterbitkan oleh IAI untuk mengakomodasi sebagai panduan bagi UMKM dalam memberdayakan kemampuan sumberdaya yang dimiliki karyawan, untuk mencatat transaksi yang terjadi. Dimana komponen SAK- EMKM terdiri: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Sementara itu, Wa Ode Aswati, SE,M.Si selaku anggota tim program PKM menuturkan, untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi dua perusahaan itu pihaknya juga memberikan motivasi kepada karyawan untuk memahami pentingannya akuntansi dan menggunakan SAK-EMKM dalam menyusun laporaan keuangan perusahaan.

“Disamping itu kita juga memberikan praktek penyusunan laporan keuangan UMKM, mulai dari pencatatan sampai dihasilkan laporan keuangan sesuai SAK-EMKM. Termasuk mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan aspek keuangan perusahaan yang selama ini dihadapi,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, pihak PKM tak lupa memberikan pendampingan selama beberapa waktu, untuk meninjau dan mengevaluasi proses pencatatan yang dilakukan oleh mitra, sekaligus memastikan kedua perusahaan tersebut sudah menerapkan dan telah mahir dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK-EMKM. (wan/rs)