SMKN 6 Kendari Kekurangan Guru Kejuruan

oleh
Muh Yusuf SMKN 6 Kendari

BERITAKLICK.COM | KENDARI – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kendari saat ini masih membutuhkan guru kejuruan. Khususnya pada jurusan geologi pertambangan. Ini diungkapkan Kepala SMKN 6 Kendari, Muh Yusuf, Kamis (26/7).

“Memang untuk sekolah kejuruan seperti SMKN 6 Kendari agak kesulitan mendapat guru kejuruan apalagi yang berstatus PNS. Sehingga, dari sekolah pun mengambil guru honorer,” katanya.

Sementara, tambahnya, untuk guru umum sudah lebih dari cukup. Khusus guru kejuruan, pihaknya masih membutuhkan empat guru geologi pertambangan.

Selain honorer, masih Yusuf, SMKN 6 Kendari juga mengundang guru tamu sebagai bentuk peningkatan proses pembelajaran, sehingga peserta didik lebih maksimal dalam menerima ilmu yang diberika, tentu sesuai jurusan masing – masing.

“Guru tamu yang diambil pun harus sesuai dengan ketentuan yang diberikan pemerintah pusat yakni guru tamu yang tercantum dalam sebuah lembaga. Misal dosen dari sebuah universitas,” terangnya.

Sayangnya, terang Yusuf saat ditemui diruang kerjanya, mengundang guru tamu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pasalnya guru tamu harus dibayar per jam sebagaimana ketentuan yang tercantum diperaturan pemerintah pusat.

“Pendanaannya sendiri kami dari ambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), inilah yang membuat pembiayaan dari SMKN 6 Kendari membengkak, apalagi pemberian dana BOS berdasarkan jumlah siswa,” ungkapnya.

Dia, melanjutkan, sementara siswa disekolah ini tidak banyak seperti sekolah – sekolah lain di Kota Kendari. Bisa dilihat, untuk pendaftarnya saja sebanyak 215, hal itu tidak mencukupi kuota yakni 224. Terkait pendaftar ulang di SMKN 6 Kendari berjumlah 191.

“Belum lagi honor bagi guru honorer yang diambil pula dari dana BOS, sehingga kita berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih atas keadaan tersebut,” terangnya.

Perlu diketahui SMKN 6 Kendari memiliki lima jurusan yakni, Tekhnik Kimia, Rekayasa Perangkat Lunak, Akuntansi Publik dan Perbankan, Keuangan Mikro, dan Geologi Pertambangan. (m2).