Tim PKM UHO Latih KTH Andinete Teknik Budidaya Jabon Merah

oleh

Foto : Kelompok Tani Hutan Makmur Lestari bersama tim PKM UHO usai kegiatan penyuluhan dan bimtek budidaya serta analisa usaha pembibitan Jabon Merah di Konsel.

Beritaklick.com | KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan penyuluhan sekaligus bimtek dan analisa usaha pembibitan jabon merah kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur Lestari di Desa Andinete, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, Jumat (23/8).

PKM ini diketuai Dr Faisal Danu Tuheteru. Sedangkan dua anggota tim lainnya yakni Prof Dr Husna MP dan Wa Ode Yusria SP MSi. Masing-masing membawakan materi mulai dari budidaya hingga analisa usaha pembibitan jabon merah di Balai Desa Andinete selama dua hari, sejak 23 hingga 24 Agustus 2019.

Kepada awak media, Dr Faisal Danu Tuheteru menjelaskan, PKM merupakan program kemitraan yang pendanaanya bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani hutan terkait budidaya jabon merah.

“PKM kali ini kita mengandeng KTH Makmur Lestari, tidak lain untuk meningkatkan kapasitas petani yang tergabung dalam KTH Makmur Lestari. Jadi bentuk kegiatannya berupa sosialisasi, penyuluhan, bimtek, pembuatan demplot pembibitan kapasitas 5000 bibit serta monitoring dan evaluasi,” ujar dosen yang kesehariannya mengajar di FHIL UHO itu.

Tidak hanya itu, sambung Danu, tim PKM juga memberikan materi tentang pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mampu menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan dan produksi jabon merah yang dibawakan oleh Prof Husna.

“Fungi Mikoriza Arbuakula (FMA) itu mikroba tanah yang berasosiasi dengan perakaran tanaman. Jika simbiosis berjalan dengan baik, maka tanaman terbantukan oleh FMA karena mampu menyediakan unsur hara dan air untuk pertumbuhan tanaman, termasuk mampu meningkatkan kualitas bibit jabon merah, ” jelas Prof Husna saat memberikan materi tentang keunggulan mikoriza kepada KTH Andinete.

Danu berharap, kegiatan selama dua hari itu mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan petani hutan sehingga dapat membudidayakan jabon merah secara mandiri. Terlebih lagi memang sambungnya, jabon merah memiliki keunggulan karena kayunya dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

“Tim PKM LPPM UHO mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yakni Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat kemenristek Dikti, ketua LPPM UHO, kepala KPHP Gularaya, Camat Kolono dan kepala Desa Andinete serta mitra kami KTH Makmur Lestari atas dukungan dan partisipasinya sehingga rangkaian kegiatan PKM berjalan dengan lancar,” pungkas Danu.

Sementara itu ditempat yang sama, ketua KTH Makmur Lestari Haerudin SH, mengucapkan terima kasihnya kepada tim PKM UHO yang telah mengedukasi para petani tentang budidaya dan prospek jabon merah.

“Semoga kegiatan semacam ini terus berjalan. Kami sangat tertarik dengan materi pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. Kedepan kami minta kegiatan PKM terkait dengan produksi dan pemanfaatan mikoriza. Tidak hanya itu, kami juga ingin ada bimbingan dari tim UHO untuk pembuatan pupuk organik dari kotoran ayam,” harapnya usai kegiatan.

Haerudin mengaku, di Desa Andinete terdapat tiga kandang ayam dengan ukuran masing 150 meter dengan produksi kotoran 30 karung per minggu dan sampai saat ini belum termanfaatkan dan tidak ada nilai ekonomis.

“Kenapa tidak kalau ini dimanfaatkan. Makanya kami berharap ada bimbingan dari tim UHO, ” cetusnya lagi.

Selain itu, Camat Kolono Hasbi SH juga menyatakan menyambut baik kegiatan tim PKM UHO, sekaligus berterima kasih kegiatan tersebut bisa terlaksana di desanya.

“Selaku pemerintah kecamatan, pastinya kami berharap Desa Andinete dapat menjadi desa model untuk pembibitan tanaman hutan di Konsel,” singkat Hasbi.

Kepala KPHP Gularaya Dharma Prayudi Raona juga mengungkapkan bahwa kegiatan PKM UHO sangat relevan dengan program perhutanan sosial yang digalakan pemerintah pusat, sangat mendukung dan antusias mengikuti sampai akhir kegiatan.

“Ini sangat bagus. Program ini kalau bisa direflikasi ke kelompok tani lainnya di Konsel,” singkat Dharma.

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri sekira 40 peserta terdiri dari anggota KTH Makmur Lestari, KPHP Gularaya dan mahasiswa FHIL UHO. Termasuk, Sekdes Andinete dan para perangkat desa lainnya. Sementara itu, dari FHIL UHO sendiri membawa empat orang mahasiswa yakni Armila, Danar, Ade Rohmah dan Salomon. (rs)