Jual Anak Kandung, Pasutri Berurusan Polisi

oleh

Beritaklick.com | WAKATOBI – Sejahat-jahatnya harimau tidak akan memakan anaknya sendiri. Peribahasa tersebut merupakan gambaran kasih sayang orang tua terhadap buah hatinya.

Namun ungkapan itu sepertinya tidak berlaku bagi pasangan suami-isteri (pasutri) asal Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

H (23) warga Desa Lentea, Kecamatan Kaledupa Selatan bersama isterinya N (21) warga Desa Balasuna, Kecamatan Kaledupa ditetapkan tersangka atas kasus penjualan anak kadung.

Tersangka tega menjual darah dagingnya sendiri yang saat itu masih berusia 1 tahun 5 bulan seharga Rp 5 juta kepada M (inisial), salah seorang warga lingkungan Bente, Kecamatan Wangiwangi. Alasannya untuk menutupi hutang yang melilit keluarganya.

“Perempuan inisial N dari Desa Balasuna, laki-laki inisial H warga Desa Lentea. Korban merupakan anaknya sendiri, A baru berusia 1 tahun 5 bulan saat dijual sekitar tahun lalu ke warga lingkungan Bente, M,” ungkap Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Erfianto SIK melalui Kasubag Humas Polres Wakatobi, AKP Samsudin, Jum’at (22/2) ditemui di Wangiwangi.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan orang tua N sekaligus nenek korban.

“Berawal dari laporan mama si perempuan itu sendiri. Iya, mamanya melaporkan anaknya sendiri kalau cucunya dijual,” jelasnya.

Akibatnya, tersangka pelaku H diamankan anggota Sat Reskrim Polres Wakatobi saat berada di Kota Bau-bau pada Desember 2018 lalu. Sementra korban saat ini telah diserahkan pihak kepolisian untuk diasuh oleh neneknya.

“H diamankan di Bau-bau pada Desember 2018. Anaknya ada tiga orang laki-laki semua, yang pertama tinggal bersama neneknya, yang kedua dijual tapi sudah diserahkan ke keluarga. Satunya lagi baru lahir beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Lanjut dia, berdasarkan pengakuan pelaku, awalnya korban dimaksudkan hanya dititip sementara. Namun berakhir dengan kesepakatan jual beli, diperkuat dengan adanya surat pernyataan dari kedua belah pihak.

“Pada saat itu pembayarannya diangsur karena kan kebetulan yang membeli itu bukan orang mampu. Setelah dua kali bayar, ada surat pernyataan bahwa manakala anak yang dititip pelaku diambil kembali maka pelaku wajib mengganti uang sebanyak 100 kali lipat jumlah yang telah dibayarkan. Surat kesepakatan ditandatangani kedua belah pihak,” lanjutnya.

Saat ini berkas perkara kedua tersangka telah dinyatakan lengkap dan sudah tahap P21. Pihak Polres kini menunggu dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti ke pihak Kejaksaan Negeri Wakatobi.

“Sudah kita kirim berkas kepihak Kejaksaan, sudah dinyatakan lengkap, sudah P21. Terakhir, kemarin kami kordinasi dengan pak Kasie Pidum menunggu untuk diserahkan tersangka dan barang bukti dan kita sudah lakukan upaya lain termasuk menyurat ke pengadilan untuk perpanjangan penahanan,” paparnya.

Para tersangka dijerat pasal 83 jo pasal 76F UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.(p14/idu)