Karyawan Terciduk Bobol Kantornya

oleh

Beritaklick.com | MAKASSAR – Yusriadi alias Yusri, seorang karyawan PT Tiran digelandang oleh aparat kepolisian Polsek Panakkukang, Rabu (21/2) sekitar pukul 09.00 Wita. Dia harus berurusan dengan hukum lantaran dilapor oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Selain Yusriadi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa mesin ceklok absensi warna hitam dengan tipe X100-C milk PT Tiran.

Terungkapnya tindak pidana pencurian dan pemberatan (curat) yang dilakukan warga Perumahan BTP Blok AD Kecamatan Tamalanrea ini, setelah pihak perusahaan tempatnya bekerja melapor ke polisi. Disebutkan, jika pintu kantornya rusak lantaran dibobol maling. Akibat kejadian itu, maling menggasak mesin ceklok absensi PT Tiran. Selain itu, pelaku juga merusak kabel komputer dan instalasi kabel CCTV.

Laporan korban ditindaklanjuti tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit II Reksrim Ipda Roberth Hariyanto Siga. Selanjutnya polisi turun melakukan penyelidikan dan meminta keterangan korban.

Dari hasil penyelidikan identitas pelaku dikantongi. Dia adalah Yusriadi, seorang karyawan PT Tiran.

Upaya persuasif dilakukan tim Resmob Polsek Panakkukang dengan menyampaikan orang tua pelaku. Karena pelaku adalah karyawan PT Tiran, polisi menyampaikan bahwa sebelum dilakukan tindakan tegas, Yusriadi diminta untuk menyerahkan diri.

Keesokan harinya telepon di Mapolsek Panakkukang berdering. Yang menelepon adalah pihak PT Tiran. Disampaikan bahwa Yusriadi siap menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mendapat informasi itu, tim Resmob Polsek Panakkukang bergerak ke PT Tiran, selanjutnya mengamankan Yusriadi. Ia lalu digiring ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, Yusriadi diamankan karena dilapor oleh pihak perusahaan yang ditempatinya bekerja karena melakukan pencurian.

”Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia melakukan pembobolan di tempat kerjanya,” jelas Ananda.

Dalam keterangannya, pelaku melakukan pencurian di tempat kerjanya dengan membobol pintu utama kantor menggunakan obeng. Selanjutnya masuk dan mengambil mesin ceklok absensi. Juga merusak kabel komputer dan instalasi kabel CCTV.

”Pelaku mencoba membongkar kunci brankas menggunakan obeng. Setelah itu dia membuang barang bukti obeng di pinggir jalan,” pungkas Ananda. (bkm)