Sadis, Wanita Hamil di Wakatobi Diduga Dibunuh Mantan Suami

oleh

Foto: Jumpa pers Polres Wakatobi terkait kasus pembunuhan Wa Mii dengan menghadirkan terduga pelaku.

Beritaklick.com | WAKATOBI – Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Wa Mii (24) tiba di rumah duka di Desa Komala Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi pada Selasa 7 Mei sekitar pukul 20.00 wita.

Korban diduga dibantai oleh mantan suaminya sendiri, La Ila (33) pada Selasa sore sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Lokasi pembunuhan di depan rumah korban.

Berdasarkan hasil visum, sedikitnya terdapat lima luka bekas tikaman senjata tajam bersarang di tubuh korban.

“Kejadian atas meninggalnya seorang perempuan Wa Mii umur 24 tahun di Desa Komala hari Selasa pada tanggal 7 Mei sekitar pukul 16.30 Wita di depan rumah korban sempat menggerkan warga,” tutur Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Erfianto SIK saat jumpa pers, Rabu (8/5) di Makopolres Wakatobi.

AKBP Didik menjelaskan, motif pembunuhan terhadap korban disebabkan tersangka merasa sakit hati. Tersangka dan korban mempunyai hubungan sekitar pertengahan tahun 2018. Tersangka dan korban awalnya telah menikah lalu cerai di awal 2019. Selanjutnya, korban saat ini kembali kepada suami sahnya.

Sadisnya lagi, korban dibunuh saat tengah mengandung janin hasil hubungannya asmaranya bersama pelaku.

“Kehamilannya kurang lebih 6 atau 7 bulan. Sebelumnya tersangka sudah merasa sakit hati. Sekitar hari Sabtu atau Minggu memang berencana mau membunuh korban tapi belum dapat waktu yang tepat. Sore kemarin melihat korban lagi di depan rumah duduk dengan temannya, tersangka yang kebetulan lewat kembali ke rumahnya mengambil badik dan langsung menikam korban,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti pakaian korban yang berlumuran darah.

Ditemui di rumah duka, salah seorang kerabat korban mengungkapkan, pelaku merupakan suami kedua dari korban. Saat menikan, korban masih berstatus isteri sah dari suami pertamanya.

“Itu perempuan korban pemerkosaan. Suaminya korban ada disini. Perempuan ini sudah menikah dua kali tapi menikah untuk pertanggungjawabkan anak yang dia kandung, menikah siri, tidak resmi,” ungkap kerabat.

“Laki-lakinya (suami) perempuan ini merantau, baru perempuan (korban) ini menjual di pondok-pondok kecil datanglah terduga pelaku memerkosa. Sampai dia datang dari perantauan laki-laki (suami korban) itu mereka diam-diam saja dikira sudah tidak ada masalah, padahal dia (korban) pindah rumah bermalam di rumah kakaknya, beberapa malam di sana datang lagi laki-laki (pelaku) itu naik ke rumah dengan pisau todong perempuan (korban) ini,” terangnya.

Lanjut dia, kejadian pemerkisaan dan pengancaman terhadap korban berlangsung sekitar bulang Februari lalu. Korban dan sejumlah temannya yang juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pelaku sebenarnya telah melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian. Namun pelaku saat itu tidak langsung diamankan dengan jaminan tidak lagi mengulangi perbuatan bejatnya itu.

Laporan korban diperkuat dengan adanya surat tanda penerimaan laporan dari pihak kepolisian tertanggal 18 Februari 2019 atas nama pelapor Wa Mii, dengan nomor: LP/13/II/2019/SULTRA/RES WAKATOBI tentang Tindak Pidana Pemerkosaan yang terjadi pada sabtu tanggal 16 februari 2019 wita.

Tersangka kini telah diamankan di Rutan Polres Wakatobi dan akan dijerat dengan pasal 38, 40 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.(p14/idu)