Mahasiswa KKN UHO Ajari Warga Puwehuko dan Wonua Kongga Buat Pupuk Bokashi

oleh

Foto: Dosen pembimbing Prof Dr Halim SP MP (topi putih), bersama mahasiswa KKN UHO saat melatih masyarakat Desa Pewehuko, Kecamatan Mowila membuat pupuk bokashi berbahan baku lokal.

Beritaklick.com | KENDARI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler Universitas Halu Oleo (UHO) melatih sekaligus mendampingi warga Desa Puwehuko dan Desa Wonua Kongga, Kecamatan Mowila Kebupaten Konawe Selatan (Konsel) membuat pupuk bokashi berbahan baku lokal, Minggu pagi (4/8).

Warga kedua desa sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Pasalnya, mayoritas warga di kedua desa merupakan petani yang bercocok tanam padi sawah, jagung dan lada (merica). Apalagi memang pelatihan ini dihadiri langsung dosen pembimbing KKN reguler UHO, Prof Dr Halim SP MP dan anggota pengabdian masyarakat, Resman SP MP.

Kepada awak media, Prof Halim mengatakan, pupuk bokashi merupakan pupuk organik, dimana bahan baku pembuatannya mudah didapatkan disekitar kita, seperti daun gamal, komba-komba, sekam padi maupun kotoran sapi dan kotoran ayam. Termasuk, sambungnya, pemberian EM4 yang mengandung mikroorganisme pengurai bahan organik.

“Bahan bakunya mudah didapatkan karena ada disekitar kita. Kenapa tidak masyarakat memanfaatkannya untuk pembuatan pupuk organik. Pupuk organik ini berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah. Artinya menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman,” ungkap Prof Halim Guru Besar dalam bidang Agroteknologi Fakultas Pertanian UHO itu.

Prof Halim menjelaskan, pemberian pupuk kimia atau anorganik secara terus menerus dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah sehingga terjadi levelling off, kecenderungan tanah menjadi keras. Meskipun disisi lain mampu menyediakan unsur hara dalam jumlah banyak dan cepat.

Selain itu, sambung Prof Halim, ketika tanah mengalami pengerasan, akar tanaman susah menembus tanah untuk menyerap air dan unsur hara. Begitu juga air yang diberikan untuk tanaman susah masuk kedalam tanah.

“Kebanyakan petani mengandalkan pupuk kimia, memang cepat menyediakan unsur hara bagi tanaman, tetapi kalau terus digunakan akan berdampak pada kondisi tanah menjadi padat. Kalau padat, akar tanaman sulit menembus tanah untuk mencari air. Nah, kalau menggunakan pupuk organik tanah menjadi gembur, unsur hara tersedia. Ini bagus bagi tanaman,” jelas Prof Halim.

Sementara itu, Kepala Desa Puwehuko, Armim Amin mengapresiasi kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik mahasiswa KKN UHO terhadap warganya. Disamping itu, lanjut Armin, pelatihan tersebut secara tidak langsung mengedukasi warga terkait manfaat pupuk organik bagi tanaman pertanian.

“Ini sangat bagus. Dengan ditambahkannya pengalaman-pengalaman kepada warga. Mudah-mudahan ini berhasil. Insyaallah kalau berhasil saya akan mengupayakan pengadaan mesin pencacahnya. Termasuk bimbingan secara berkelanjutan bagi warga dalam pengembangan pembuatan pupuk organik,” imbuhnya.

Senada dengan Armin, Kepala Desa Wonua Kongga, Sumarto, menyambut baik pelatihan tersebut.

“Selama ini warga tidak tahu kalau daun-daun ini bisa dijadikan pupuk organik. Dengan pelatihan ini setidaknya ada pengetahuan yang diterima warga, apalagi untuk pengembangan pertanian kedepan di daerah kami. Kita juga akan mengupayakan mesin pencacah untuk mempermudah pembuatan pupuk organik,” cetus Sumarto.

Ditempat yang sama, Koodinator desa mahasiswa KKN UHO di Desa Puwehuko, Nilam Permatasari Boer berharap pelatihan yang diberikan kepada warga bisa bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan terkait manfaat pupuk organik.

“Bahkan dalam meningkatkan kesuburan tanah untuk pertumbuhan tanaman serta meningkatkan produksi hasil pertanian warga,” tutup mahasiswa Jurusan Agribisnis Faperta UHO itu.

Perlu diketahui, dalam waktu dekat, kelompok tani dikedua desa akan dilatih membuat pupuk bokashi berbahan baku gulma eceng gondok. (rs)