Persiapan UNBK, SMKN SPP Wawotobi Lakukan Simulasi

oleh

Foto: Sejumlah siswa SMKN SPP Wawotobi Kabupaten Konawe menggelar simulasi untuk persiapan UNBK tahun 2019. Foto: ashry

Beritaklick.com | UNAAHA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Wawotobi, Selasa (29/1) melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Diketahui, pelaksanaan simulasi ini dalam rangka mengasah kemampuan para siswa calon peserta UNBK agar pada saat ujian nanti dapat menjawab soal-soal dengan mudah karena ujiannya berbasis komputer.

Kepala SMKN SPP Wawotobi, Ihwal S,Tp, M.Sc menjelaskan bahwa hari ini para siswa calon peserta Ujian Nasional melaksanakan UNBK dan ini sudah memasuki hari kedua.

“Alhamdulillah tahun lalu terlaksana dengan baik dan tahun kedua juga terlaksana dengan baik,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1/2019).

Lanjut Ihwal, pihaknya terbantukan dengan adanya UNBK ini, menurutnya biar lebih fleksibel karena soal-soalnya langsung online dan anak-anak pun harus langung menjawab dan nilainya juga langsung mereka ketahui setelah ujian selesai.

“Jadi kualitas yang kita inginkan memang bagus,” kilah Ihwal.

Alumni S1 Udayana Bali, dan S2 di UGM Jogyakarta tahun 2011 ini mengatakan dalam pelaksanaan UNBK ini panitia pelaksana terkendala kurangnya sarana komputer, mengingat jumlah siswa 52 orang sementara komputer yang tersedia hanya 18 unit.

“Makanya dengan keterbatasan komputer ini kami buat UNBK dengan membagi tiga sesi, dan ini memakan waktu dari pagi sampai sore. Namun bila ketersediaan komputer memadai, UNBK ini bisa dilaksanakan satu sesi,” ujarnya.

Lebih lanjut Ihwal menuturkan, yang menjadi kendala kedua yaitu sering terjadinya pemadaman listrik dan tidak adanya jaringan internet (wifi).

“Listrik dan internet yang menjadi kendala selama pelaksanaan ujian, otomatis siswa tidak bisa melanjutkan ujian,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan sering terjadinya pemadaman listrik pihak sekolah menyiapkan uninterruptible power supply (UPS) atau alat penampung listrik dan menyewa mesin genset.

“Bukan hanya itu, biasanya saat pelaksanaan UNBK laptop milik siswa dan guru-guru itu biasa kami pakai, yang penting bisa konek dengan internet,” katanya.

“Ini memasuki tahun kedua pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, Alhamdulillah tahun lalu lulus 100 persen,” tambahnya. (p1/idu)