Unsultra Luncurkan 6 e-Jurnal Terindeks Google Scholar

oleh

Foto: Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun (dasi merah) bersama Prof Dr Irwansyah SH MH (keempat dari kiri) dan Ahsan Yunus SH MH (kedua dari kiri) dan para dosen usai workshop tata kelola jurnal.

Beritaklick.com |KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mulai menunjukkan eksistensinya dalam publikasi jurnal-jurnal ilmiah. Hal ini dibuktikan setelah kampus yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara tersebut berhasil meluncurkan enam jurnal elektronik (e-Journal) Internasional terindeks Google Scholar.

Keenam e-jurnal tersebut yakni Sultra Law Review, Sultra Journal of Agricultural Research, Sultra Civil Engineering Journal. Selanjutnya, Sultra Journalof Economy and Business, Sultra Educational Journal dan Sultra Journal of Political Science.

Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun mengungkapkan, keberhasilan Unsultra meluncurkan 6 jurnal elektronik terindeks Google Scholar merupakan suatu terobosan besar Unsultra melalui bantuan Prof Dr Irwansyah SH MH dan Ahsan Yunus SH MH yang telah meluangkan waktu menjadi narasumber dalam Workshop Tata Kelola dan Standarisasi E-Jurnal Berdasarkan Akreditasi Unsultra.

“Alhamdulillah tidak hanya materi dalam bentuk ceramah, melainkan sebuah action, ditambah lagi 6 jurnal ini sudah terindeks Google Scholar artinya sudah mendunia. Jadi dari negara manapun bisa menjadikannya referensi dalam menulis, walaupun ini belum terakreditasi secara nasional,” ujar Rektor yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian UHO itu.

Selaku Rektor, dirinya mengapresiasi semangat para dosen dan staf yang akan menjadi pengelola jurnal tersebut. Kata dia, peluncuran jurnal akan meningkatkan kualitas tridharma, terutama pada pendidikan dan pengajaran.

“Prof Dr Irwansyah datang dan membantu kami, Alhamdulillah ini bisa terwujud. Apalagi kita memang sudah mencanangkan go internasional. Kami sudah melaksanakan round table internasional conference yang menghadirkan tujuh negara, sekaligus sudah menjalin MoU dengan Temple University di Amerika. Hari ini kita luncurkan lagi jurnal yang mendunia, ini berarti Unsultra betul-betul sudah go internasional,” imbuhnya.

Dirinya menargetkan keenam jurnal sudah bisa terakreditasi nasional, bahkan bisa Terindeks Scopus (tempat jurnal yang bereputasi).

Sementara itu, Prof Dr Irwansyah SH MH selaku narasumber dalam Workshop Tata Kelola dan Standarisasi E-Jurnal Berdasarkan Akreditasi Unsultra, mengatakan, bahwa peluncuran 6 e-jurnal merupakan sebuah gebrakan besar bagi Unsultra, dengan dengan tata kelola yang memenuhi standar untuk mengikuti akreditasi.

“Standar-standar yang diterapkan sudah terpenuhi dan semua standar internasional. Dari nama jurnal ini diharapkan bisa mendongkrak reputasi Unsultra di dunia pengembangan kelimuan. Harapannya dua tahun kemudian, 6 jurnal ini sudah terakreditasi nasional,” ujarnya kepada awak media.

Prof Irwansyah mengaku, peluncuran 6 e-jurnal terbilang sangat cepat. Pasalnya, kata dia, biasanya penyusunan jurnal itu membutuhkan 1 hingga 3 bulan lamanya. Tetapi dengan semangat tinggi yang ditunjukkan dosen-dosen Unsultra, hanya dalam waktu dua hari 6 jurnal berhasil terwujud.

“Ini luar biasa cepat, langsung bikin jurnal, biasanya workshop itu bagaimana membuat jurnal. Nah, ini workshop ini langsung membuat jurnalnya. Pastinya, ini kemajuan luar biasa, jadi kita ubah paradigma workshop itu bukan ceramah, tetapi action,” pungkas Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu. (p1/idu)