Menelusuri Kampung Watuntinapi di Pulau Wawonii

oleh

BERIATAKLICK.COM | WATUNTINAPI begitu orang menyebutnya. Adalah salah satu perkampungan zaman dulu yang dipercayai masyarakat sekitar sebagai kampung pertama di Pulau Wawonii.

Batu pipih yang tersusun rapi yang membentuk benteng itu berada di pegunungan Desa Ladianta, Kecamatan Wawonii Timur Luat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Situs itu hingga kini masih menyimpan misteri karena belum ada fakta penelitian secara ilmiah yang membuktikan bahwa tempat itu adalah peninggalan sejarah.

Meski demikian, masyarakat Wawonii meyakini keberadaan situs Watuntinapi tersebut hasil peninggalan moyang mereka sejak dahulu kala.

Jika ditelaah dari penamaan warga yang berada di sekitar situs itu, “Watuntinapi” berarti batu yang disusun rapi. Asal katanya dari bahasa Wawonii.

Jika ditelisik ada yang menarik dari situs ini, menurut cerita warga sekitar batu yang disusun rapi membentuk benteng itu adalah peninggalan raja Wawonii.

Hanya saja pernyataan itu belum bisa diyakini secara ilmiah karena hanya penuturan yang belum memiliki dasar, oleh karenanya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konkep mengandeng arkeolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mereka dikontrak untuk meneliti, mengungkap Watuntinapi yang selama ini didengungkan para petuah kampung tua, Ladianta. Apakah hanya sekadar hikayat atau fakta adanya.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Bappeda Konkep, Ahmad Nur SSos MAP belum lama ini mengatakan, untuk menguji kebenarannya maka perlu dilakukan penelitian.

“Kita bukan hanya sekedar cerita tapi harus ada pembuktian ilmiah makanya kita kerjasama dengan arkeolog ITB, mereka akan melakukan penelitian selama enam bulan kedepan,” jelasnya.

Setelah itu sambung Ahmad Nur, akan diseminarkan, baik seminar awal maupun seminar akhir guna menyempurnakan hasil penelitian situs Watuntinapi ini.

“Menurut informasi awal, luasnya mencapai 8 kilometer, jika ini benar berdasarkan hasil penelitian maka situs ini tidak hanya dilirik oleh turis lokal tetapi akan didatangi oleh turis manca Negara. Kalau sudah bisa terungkap, maka daerah akan merencanakan master plan perencanaan wisata Watuntinapi,” terangnya.

Jika itu benar, maka Watuntinapi bisa masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai benteng terluas di Dunia mengalahkan luas keraton Buton yang ada di Kota Mara Baubau.

Kita tunggu hasil kerja Bappeda Konkep dan tim arkelogi yang akan menyelesaikan penelitiannya di bulan September 2018 (Adm).